"Kami punya timeline sendiri dan kami bertanggungjawab pada Presiden," kata Yenti kepada CNNIndonesia.com.
Yenti menyatakan pihaknya memiliki alasan untuk tidak membeberkan semua jadwal dan tanggal seleksi calon pimpinan KPK. Menurutnya jika tanggal pasti disampaikan sedari awal, hal itu akan membingungkan peserta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misalnya, ini bisa bergeser antara satu hari atau satu setengah hari, kalau kita berikan sekarang itu nanti orangnya malah terlambat malah repot," kata Yenti.
Selain itu, diketahui juga peserta seleksi Capim KPK bakal menghadapi tes psikologi pada 28 Juli 2019 mendatang. Yenti belum menyebutkan tanggal pengumuman. Ia hanya mengatakan akan ada proses penilaian terlebih dahulu setelah psikotes selama beberapa hari.
Foto: CNN Indonesia/Fajrian |
Anggota Pansel Capim KPK Harkristuti Harkrisnowo mengatakan proses penilaian hingga pengumuman psikotes membutuhkan waktu sekitar satu minggu. Kemungkinan hasil psikotes bakal diumumkan setelah itu.
"Sekitar seminggu deh ya (membahas hasil psikotes)," kata Harkristuti saat dihubungi CNNIndonesia.com secara terpisah.
Sebelumnya, Pansel KPK telah menyampaikan 104 orang lulus uji kompetensi. Mereka yang lolos wajib mengikuti tes selanjutnya, yakni tes psikologi di Pusdiklat Kementerian Sekretariat Negara, Jalan Gaharu, Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu 28 Juli.
"Anda bayangkan di antara komisioner itu ada yang memiliki gangguan psikologis, itu bahaya," kata Hamdi.
[Gambas:Video CNN] (sah/wis)
Foto: CNN Indonesia/Fajrian