Miftah menjelaskan, jika diminta oleh Jokowi untuk membantunya dalam pemerintahan, Prabowo tak akan serta merta mengiyakan tawaran itu. Ada syarat-syarat yang harus dipenuhi Jokowi agar Prabowo setuju membantunya selama lima tahun ke depan.
"Soal dukungan pada Presiden terpilih yang dimaksudkan Pak Prabowo adalah dengan syarat. Jika diminta oleh Presiden Jokowi, dan itu tentu tidak serta merta juga langsung yes. Harus dilihat dulu platformnya sesuai tidak," kata Miftah melalui pesan singkat saat dihubungi, Jumat (26/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gerindra tidak dalam posisi mengemis-ngemis dan tidak mau mengganggu rumah tangga koalisi pendukung pilpres Pak Jokowi," kata dia.
Untuk saat ini posisi Gerindra dan Prabowo sudah jelas, yakni mencari titik temu dalam berpolitik di Indonesia demi menjaga keseimbangan. Namun Gerindra dan Prabowo tetap kritis pada kebijakan presiden terpilih.
"Karena memahami tantangan yang dihadapi bangsa dalam periode lima tahun ke depan tidak mudah. Perang dagang, revolusi 4.0, tekanan ekonomi global dan sebagainya. Bersatu saja kita belum tentu kuat, apalagi jika harus bercerai berai," katanya.
"Di Indonesia prinsip winner takes All bukan prinsip negara kita. Prinsip negara kekeluargaan, gotong royong dan musyawarah mufakat lebih cocok untuk kita. Dalam kerangka dukungan itulah yang dimaksud oleh Ketum Gerindra Prabowo Subianto," katanya.
[Gambas:Video CNN] (tst/osc)