Insiden ini sempat mencuri perhatian publik. Tidak sedikit warga mencari tahu lokasi kejadian. Pascasekarat, Robi langsung berbicara normal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diantar istri dan anaknya, jenazah Robi tiba di pesantren diantar melalui ambulans, Jumat (26/7) malam. Liang lahat pun telah disiapkan. Ketika jenazah dibawa mungkin untuk disalatkan, jenazah yang dikafani setengah badan itu terperanjat, seolah terkejut hingga jatuh. Para santri yang menyaksikan terdengar merapal surat Alfatihah.
Polisi kemudian melakukan pemeriksaan. Hasilnya, Robi dan istrinya memberi pengakuan berbeda. Robi mengaku sedang menjalani ilmu spiritual, sementara istrinya mengaku suaminya memang mati dan hidup lagi.
"Setelah dilakukan penyelidikan, kejadian ini ternyata akal-akalan dari otak pelaku. Pelaku dalam pemeriksaan polisi berlatar belakang punya beban masalah hutang," kata Ipda Puji Eko saat dihubungi CNNIndonesia.com, Minggu (28/7).
"Polisi belum tahu pelaku ada hubungan apa dengan pihak pondok pesantren, tapi kalau tidak kenal tak mungkin ditahlilkan dan disediakan kuburan," tandasnya.
(nrs/arh)