NasDem Ingin Boyong Risma ke Pilkada DKI Jakarta 2022

CNN Indonesia | Senin, 29/07/2019 19:44 WIB
Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI, Bestari Barus secara terang-terangan mengaku tertarik memboyong Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ke Jakarta untuk Pilkada 2022. Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta, Bestari Barus. (CNN Indonesia/Farid)
Surabaya, CNN Indonesia -- Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI, Bestari Barus secara terang-terangan mengaku tertarik memboyong Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini alias Risma, ke Jakarta untuk Pilkada 2022.

Demikian dilontarkan Bestari di tengah gelaran studi banding DPRD Provinsi DKI untuk menyelesaikan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pengelolaan Sampah dengan konsep ITF (intermediate treatment facility).

"Apakah ibu Risma mau kita boyong ke Jakarta dalam waktu dekat? Masalah sampah ini bisa terselesaikan kalau di pilkada yang akan datang Bu Risma pindah ke Jakarta," kata Besari disambut tepuk tangan peserta studi banding di Balai Kota Surabaya, Senin (29/7).


Terkait studi banding rombongannya, Bestari menilai selama ini teknologi pengelolaan sampah di Surabaya telah dikelola dengan baik walaupun dengan anggaran terbatas. Ia menilai hal tersebut tak lepas dari tangan dingin Risma sehingga mampu menciptakan suatu hal yang baik, efektif, dan efisien.

"Bu Risma saya kira sudah sangat baik sekali mengelola wilayah ini dengan keterbatasan anggaran, mampu kemudian menciptakan taman hutan kota yang baik," kata Bestari.


Bestari mengatakan jumlah anggaran pengelolaan sampah di Jakarta saat ini Rp3,7 Triliun. Ia pun mencoba membandingkannya dengan anggaran pengelolaan sampah di Kota Surabaya.

"Anggarannya [di DKI] Rp3,7 T, lalu di Surabaya berapa Bu Risma," tanya Bestari.

NasDem Ingin Tarik Risma ke Pilkada DKI Jakarta 2022Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (duduk). (CNN Indonesia/Farid)

Risma pun menjawab anggaran pengelolaan sampah di Surabaya Rp30 miliar. Wali Kota perempuan pertama di Surabaya itu pun terlihat kaget mendengar nilai anggaran pengelolaan sampah di DKI Jakarta yang mencapai angka Rp3,7 triliun.

Bestari mengatakan banyak hal yang bisa ditiru DKI dari pengelolaan sampah yang telah diterapkan di Surabaya, seperti cara mengolah sampah, hingga edukasi masyarakat.

Ia memaparkan pengelolaan sampah di Jakarta masih menggunakan pola konvensional yakni dengan cara ditumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Bantargebang, Kota Bekasi. Namun pada 2021 nanti, TPA tersebut akan mengalami kelebihan kapasitas, sehingga dibutuhkan teknologi pengelolaan seperti di Kota Surabaya.

Besari menerangkan sampah di DKI Jakarta saat ini bisa mencapai 7500 ton per hari, sementara kapasitas di TPA terus mengalami peningkatan. Oleh karena itu, Jakarta butuh teknologi pengelolaan sampah seperti yang telah diterapkan di Surabaya.

Namun, sambungnya, teknologi tak bisa menjadi salah satu cara yang bisa diadopsi. Bestari mengaku DKI Jakarta juga membutuhkan figur-figur pemimpin seperti Risma. Pihaknya pun berharap, pada Pilgub DKI Jakarta mendatang, Risma mau turut serta.

"Bu Risma bermasyarakat, dia dekat dengan rakyatnya. Sehingga pemimpin yang dekat dengan rakyat mudah mengkomunikasikan program. Mudah-mudahan bisa saya sebutkan ke beliau itu, selamat datang di Jakarta, kita menunggu Bu Risma di Jakarta," katanya.

Risma yang merupakan kader PDIP itu telah dua periode menjabat sebagai Wali Kota Surabaya. Ia pertama kali menjabat pada periode 2010-2015. Risma lalu terpilih kembali sebagai Wali Kota untuk periode 2016-2021.


[Gambas:Video CNN] (frd/kid)