"Betul (sudah keluar dari RS), Alhamdulillah," katanya seperti dikutip dari Antara, Senin (29/7).
Menurut Erik, Buya Syafii telah diperbolehkan pulang ke kediamannya sejak Senin (29/7) pukul 09.30 WIB. Meski masih diminta banyak beristirahat, kondisi anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dinyatakan telah berangsur membaik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas keluhan tersebut, Presiden Joko Widodo pada Sabtu (27/7), mengirim tim dokter kepresidenan untuk ikut memantau Tokoh Muhammadiyah yang telah berusia 84 tahun itu. Presiden juga menugaskan Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Koordinator Staf Khusus Presiden, Teten Masduki, untuk menjenguk Buya Syafii.
Sejumlah tokoh lain yang ikut menjenguk Syafii yakni Mantan Ketua MK Mahfud MD, putri Gus Dur Alissa Wahid, istri Gubernur DIY GKR Hemas, Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, serta Mendikbud Muhadjir Effendy.
Menurut Yuri, dokter sudah melakukan penanganan atas keluhan penyakit Syafii Maarif dengan baik. Tim dokter telah melakukan terapi Extracorporeal Shock-Wave Lithotripsy (ESWL) atau pemecahan batu dengan gelombang kejut.
Penanganan tersebut telah membuat kondisi Syafii Maarif membaik sehingga bisa beraktivitas seperti biasa lagi.