Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat mengatakan mereka yang meninggal, 23 di antaranya anak-anak.
"Data pemkab dan Kemenkes itu sudah divalidasi, 53 orang meninggal diantaranya 23 anak-anak tapi karena sakit, usia dan berbagai faktor lainnya.Tidak benar berita lebih dari 130 orang meninggal dalam pengungsian," kata Harry seperti dikutip dari Antara, Selasa (30/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Informasi mengenai pengungsi Nduga yang meninggal sebelumnya disampaikan oleh Tim Solidaritas untuk Nduga. Tim menyatakan bahwa selama periode Desember 2018 hingga 16 Juli 2019, jumlah pengungsi Nduga yang meninggal mencapai 139 orang.
"Untuk bulan ini saja sampai 16 Juli, tiga orang meninggal dunia. Sebagian meninggal dalam proses pengungsian dari Nduga ke Wamena dan ada yang meninggal di Wamena," kata peneliti dari Marthinus Academy, Hipolitus Wangge, saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (19/7).
Wangge merupakan anggota tim solidaritas tersebut. Dandim 1702 Jayawijaya Letkol Inf Chandra Dianto mengatakan belum mendapatkan informasi soal jumlah tersebut.
"Terkait 130 orang meninggal karena kelaparan kami belum dapat info. Ada sekitar 53 yang meninggal bukan karena kelaparan tapi ada yang sakit dan faktor lainnya," jelas Chandra.
[Gambas:Video CNN]
(agt)