Helikopter milik Pusat Penerbangan TNI AD itu dilaporkan hilang kontak tak lama setelah lepas landas dari Bandara Oksibil di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua pada 28 Juni 2019 silam.
Menurutnya, Andika harus intensif melakukan pencarian dengan mengerahkan upaya maksimal untuk menemukan helikopter buatan Rusia itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mendorong agar peremajaan alat utama sistem senjata (alutsista) terus dilakukan demi mengurangi potensi kecelakaan terjadi di hari mendatang.
Helikopter MI-17 milik TNI dilaporkan hilang kontak saat menjalani penerbangan dari Oksibil ke Jayapura, Jumat (28/6).
"Telah diterima informasi dari Base Ops Lanud Silas Papare Sentani Jayapura bahwa pada pukul 14.00 WIT 28/06/06/2019 bahwa pesawat [helikopter] MI-17 dengan Noreg HA-5138 milik Penerbad TNI AD mengalami lost contact saat melaksanakan misi penerbangan dari bandara Oksibil Kabupaten Pegunungan Bintang ke Bandara Sentani Jayapura," demikian keterangan Aidi yang diterima CNNIndonesia.com.
[Gambas:Video CNN]
(mts/dal)