"LHKPN itu kan untuk pejabat negara. Kalau dia bukan pejabat negara tentu tidak perlu melapor. Kalau dia pengacara, dia bukan pegawai negeri, dia bukan pejabat negara, tidak perlu. Jadi tidak semua harus melapor," ujar JK di kantor wakil presiden, Jakarta, Selasa (30/7).
JK menuturkan, kewajiban penyerahan LHKPN biasanya berlaku bagi pejabat eselon tingkat I, tingkat II, hingga menteri. Namun ia memaklumi jika muncul kritik dari masyarakat terkait capim yang tak patuh LHKPN.
"Itulah gunanya terbuka, kalau masyarakat mengatakan ada yang salah, sampaikan ke tim. Kenapa nama-nama (capim) dibuka di umum supaya orang orang memberikan (penilaian). Misal kalau memang ada kesalahannya," katanya.
Sementara terkait keberadaan tim panitia seleksi capim KPK yang juga dikritik, menurut JK, hal itu menjadi kewenangan pemerintah. JK menegaskan bahwa penunjukan tim pansel merupakan hak Presiden Joko Widodo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aktivis antikorupsi dari Indonesia Corruption Watch (ICW) sebelumnya menilai pansel capim KPK gagal paham memaknai kewajiban pelampiran LHKPN dalam proses seleksi pimpinan komisi antirasuah. Kepatuhan penyerahan LHKPN mestinya menjadi salah satu tolok ukur menilai integritas penyelenggara negara.
Namun menurut Ketua Tim Pansel Yenti Ganarsih, LHKPN baru wajib atau dilaporkan setelah terpilih sebagai pimpinan KPK.
[Gambas:Video CNN] (psp/gil)