Sejak pekan lalu, kualitas udara Jakarta menjadi yang terburuk sedunia berdasarkan Airvisual.
"[sistem ganjil genap] itu juga salah satu yang akan difinalisasi," kata Anies di Taman Suropati, Jakarta Pusat, Rabu (31/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ujungnya pada pengurangan di sumber-sumber dan itu menyangkut pada masalah lalu lintas," jelas dia.
"Kita sedang cari (tahu) apakah terkait ini dengan volume kendaraan dia sekitar JORR yang cukup tinggi di malam hari," kata Anies di Jakarta Utara, Selasa (30/7).
Menurutnya ada kemungkinan disebabkan kegiatan kendaraan berat pada malam hari. Terlebih, banyak pula kegiatan konstruksi di Tol JORR yang mengakibatkan kemacetan.
Diketahui, Kualitas udara Jakarta menjadi yang terburuk sedunia sejak pekan lalu berdasarkan Situs Airvisual. Air Quality Index (AQI) berada di angka 189, pada Selasa (30/7) sore. Itu berarti udara Jakarta tergolong tidak sehat.
Rentang nilai AQI untuk mengukur kualitas udara yakni 0 sampai 500. Skor 0-5 berarti kualitas udara bagus, 51-100 berarti moderat, 101-150 tidak sehat bagi orang yang sensitif, 151-200 tidak sehat. Kemudian, 201-203 sangat tidak sehat, dan 301-500 ke atas berarti berbahaya.
[Gambas:Video CNN] (bmw/ctr)