Wilayah Zona Duga Aktif itu terdiri dari Bengkulu Nias Mentawai, Selat Sunda dan Selatan Jawa Barat, Selatan Jawa Timur-Bali, Selatan Sumbawa-Sumba, Laut Banda (Gempa Menengah), Ambon, Sulawesi Tengah, Halmahera Selatan, Laut Maluku Utara, dan Papua Utara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain zona Megathrust, Indonesia juga masuk dalam wilayah dengan zona sumber gempa yang berasal dari sesar aktif. Saat ini untuk zona sesar aktif telah terdeteksi sebanyak 295 segmen.
"Jumlah ini juga meningkat dari bulan Juni lalu yang hanya terjadi sebanyak 735 kali," katanya.
Meski begitu, kata Daryono, aktivitas gempa bumi yang terjadi sepanjang Juli ini didominasi oleh gempa dengan magnitudo kecil atau kurang dari 5,0.
Untuk gempa yang dirasakan terjadi selama bulan Juli ini sebanyak 84 kali atau sama dengan terjadi peningkatan dari bulan sebelumnya yakni 65 kali.
Untuk bulan Juli sendiri terjadi empat kali gempa yang merusak sebanyak empat kali yakni di Maluku Utara, Sumbawa, Halmahera Selatan, dan Gempa Bali Selatan.
(tst/arh)