Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh menyampaikan dirinya hanya melaporkan peristiwa dugaan sindikat jual beli data pribadi ke kepolisian.
"Saya sampaikan bahwa kami dari Direktorat Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri melaporkan adanya peristiwa jual beli data kependudukan, tidak melaporkan Mas Hendra, tidak melaporkan pihak lain," kata Zudan usai bertemu pemilik akun hendralm di Pusdiklat Lembaga Administrasi Negara (LAN), Jakarta, Kamis (1/8).
Zudan mengatakan laporan itu sudah dilayangkan ke Bareskrim Mabes Polri dan sudah teregistrasi pada Selasa (30/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, Zudan mengapresiasi langkah Hendra untuk mengungkap praktik gelap penyalahgunaan data pribadi.
Direktur Eksekutif Safenet Damar Juniarto yang mendampingi Hendra mengapresiasi Kemendagri yang telah meluruskan isu miring di publik.
"Ini momentum bagus untuk teman-teman semua, masyarakat di luar sana tahu bahwa kita dihantui oleh sindikat organized crime yang memanfaatkan celah-celah tadi mengumpulkan data pribadi kita," tutur Damar.
Sebelumnya, utas cuitan Hendra lewat akun Twitter @hendralm tentang jual beli data NIK dan KK menyita perhatian publik. Hendra membagikan tangkapan layar di grup Facebook Dream Market Official. Pada unggahan itu terlihat ada beberapa orang yang menjajakan jutaan data NIK dan KK.
Mendagri Tjahjo Kumolo sempat menegaskan pihaknya akan melaporkan hal itu ke kepolisian. Namun berjalannya waktu, isu miring timbul, Kemendagri disebut melaporkan akun @hendralm atas pencemaran nama baik. Kemendagri pun sempat masuk trending topic Twitter pada Rabu (31/7) karena diserang warganet.
[Gambas:Video CNN] (dhf/gil)