Kabid Humas Polda Sumsel Komisaris Besar Supriadi mengatakan peristiwa bermula saat anggota Unit Reskrim Polsek Ulu Musi Empat Lawang menerima laporan pengancaman yang dilakukan oleh tiga warga Desa Tanjung Raman terhadap seorang anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Selasa (30/7).
Setelah mendapatkan laporan, polisi melakukan penyelidikan dan memeriksa para saksi yang mengetahui kejadian tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat rekannya terluka, Briptu Ilham melepaskan tembakan ke arah kerumunan warga. Tembakannya mengenai Erwin dan Erwan yang melakukan penusukan. Sementara 4 orang lainnya melarikan diri usai tembakan tersebut, 3 orang diamankan yakni Erwin, Erwan dan satu warga lainnya atas nama Irwanto.
"Di mana Erwin dan Erwan mengalami luka tembak, kejadian tersebut diupayakan segera diselesaikan sehingga akhirnya seluruh korban baik petugas maupun warga dibawa ke Rumah Sakit Tebing Tinggi untuk dilakukan perawatan," ujar Supriadi.
Mereka disebut membawa senjata tajam dan senjata api rakitan. Kelompok tersebut kemudian menyerang petugas kepolisian yang sedang berjaga di rumah sakit yakni Brigadir Dua Teja dan Brigadir Satu Agus. Keduanya sedang bertugas mengamankan dua petugas kepolisian dan dua warga sebelumnya yang dirawat di RS.
Dalam serangan itu warga juga disebut melepaskan tembakan dan melukai Brigadir Dua Teja dan Brigadir Satu Agus. Melihat petugas tumbang, beberapa anggota polisi lainnya kemudian membalas tembakan. Akibatnya, dua pelaku penembakan tumbang, 11 orang lainnya diamankan, dan puluhan orang melarikan diri.
"Dua pelaku penembakan yang berhasil dilumpuhkan ini belum diketahui identitasnya karena masih tidak sadarkan diri. Tapi kondisinya stabil, tidak kritis. Empat anggota polisi lainnya pun dalam kondisi stabil tidak ada yang kritis," ujar dia.
"Polisi terpaksa melumpuhkan tersangka penembakan karena kondisinya membahayakan pasien lain di rumah sakit. Identitasnya belum teridentifikasi karena belum siuman. Sampai saat ini kondisi di Ulu Musi kondusif karena sudah melakukan pergeseran ratusan pasukan ke sana," kata Supriadi.
Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya menyerahkan sepenuhnya pengamanan wilayah kepada pihak kepolisian. Pihaknya pun meminta warga untuk menahan diri dan menyelesaikan permasalahan secara damai.
"Secara resmi saya belum dapat laporannya, namun saya imbau kepada masyarakat untuk menahan diri dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Kita tunggu laporan resminya nanti akan ada instruksi khusus untuk bupati terkait hal ini," kata dia. (idz/wis)