Dalam doa tersebut, Jokowi mengajak semua pihak untuk mempererat persatuan dan persaudaraan.
"Karena potensi besar kita dimulai dengan adanya rasa persatuan, rasa persaudaraan kita sebagai saudara, sebangsa dan setanah air," kata Jokowi dalam sambutannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan wali kota Solo itu juga mengajak semua pihak menjaga kearifan lokal dan nasional. Jokowi menyatakan sebuah yang bersatu akan bersama-sama mengatasi setiap permasalahan yang ada.
"Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing," tuturnya.
[Gambas:Video CNN]
Dalam acara doa kebangsaan ini, Jokowi turut didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo. Wakil Presiden Jusuf Kalla dan istrinya Mufidah Kalla juga hadir dalam acara yang juga digelar tahun lalu.
Selain itu hadir sejumlah tokoh, antara lain Rais 'Aam Idarah Aliyah Jamiyah Ahlit Thariqah Al-Mu' tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) Habib Luthfi bin Yahya, Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur, KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah), Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.
Kemudian Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, Ketua Dewan Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi, Ketua Umum Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon (PB MDHW), KH Musthofa Aqil Siroj, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie.
Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Yogyakarta KHAhmadMuwafiq aliasGusMuwafiq, KetuaUmumLajnahTanfidziyah Syarikat Islam (SI )IndonesiaHamdanZoelva, Pengasuh PondokPesantrenTahfidzDaarul Quran KetapangUstazYusufMansur, para ulama, pemuka agama lain, dan tamu undangan lainnya. (fra/agt)