Sebelumnya, Marco mengatakan alangkah bagus andai Risma mau menjadi Kepala Dinas Persampahan DKI Jakarta asalkan sudah lega dengan urusan anaknya.
Menurut Kepala Bagian (Kabag) Hubungan Masyarakat Pemerintah Kota Surabaya, Muhammad Fikser, cuitan Marco menyerang pribadi Risma.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fikser mengatakan Pemkot Surabaya akan membawa cuitan Marco tersebut ke ranah hukum. Staf bidang hukum, lanjutnya, kini tengah mempelajari kajian hukum dari cuitan itu.
"Jadi dari awal itu Bu Risma tidak ada urusannya mencampuri urusan apa yang di Jakarta, mereka datang belajar dan Ibu hanya menjelaskan tentang program yang telah dilakukan di Surabaya," ujarnya.
Dalam akunnya @mkusumawijaya, Marco menyambut mulanya menyambut positif jika Risma bersedia menjadi kepala Dinas Persampahan DKI Jakarta. Dinas Lingkungan Hidup bisa dipecah demi membentuk Dinas persampahan
"Keren! Bagus banget buat Jakarta kalau Bu Risma mau jadi Kepala Dinas Persampahan. Dinas Lingkungan Hidup bisa dipecah menjadi salah satunya Dinas Persampahan. Semoga beliau mau, kalau sudah lega dengan urusan anaknya," tulis Marko, Rabu (31/7).
CNNIndonesia.com sudah berupaya mengirim pesan singkat untuk mengklarifikasi maksud Marco atas cuitannya tersebut. Namun, belum ada respons.
Diketahui, anak Risma, yakni Fuad Bernardi diduga terlibat dalam pembangunan parkir basement RS Siloam yang menyebabkan Jalan Raya Gubeng ambles. Fuad sudah pernah diperiksa oleh pihak kepolisian pada Maret lalu.
[Gambas:Twitter] (bmw/frd/ugo)