Menristekdikti, M Nasir menyebut ada sejumlah alasan pihaknya menutup lebih dari seratusan PTS di Indonesia, termasuk permintaan dari pihak kampus itu sendiri.
"Ada PTS yang minta ditutup, mengajukan untuk ditutup. Alasan lainnya yaitu berkaitan dengan kurangnya jumlah mahasiswa," kata Nasir di gedung Kemenristekdikti, Jakarta Pusat, Jumat (2/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dulu (tak ada mahasiswa) tidak ditutup, dibiarkan saja, nggak ada kelas, nggak ada mahasiswa, tiba-tiba wisuda. Kalau (mahasiswa) terlalu sedikit juga (dulu) tidak ditutup, cerita sedikit, waktu itu ada wisuda 4 PTS di lokasi yang sama, tahun 2016/2017 di Tangerang tidak pernah ada perkuliahan tapi wisuda, kita tutup," kata Nasir.
"Memang ada banyak faktor sehingga ditutup. Contoh ada perguruan tinggi yang bermasalah, di mana konflik itu tidak memungkinkan, harus ditutup. Juga tidak ada mahasiswa, kampus tetap jalan, ini dikawatirkan jual beli ijazah," kata dia.
Dia meminta PTS segera menyuruh mahasiswa-mahasiswanya mencari kampus lain untuk melanjutkan pendidikan.
"Harusnya PT bisa memindahkan ke PT setempat mengoordinasikan kepada mahasiswa untuk dipindahkan pada PT lainnya, jangan sampai mahasiswa dikorbankan," kata Nasir.
[Gambas:Video CNN] (tst/ain)