"Saya belum berani turun dan untuk sementara tinggal di rumah orang tua yang berada di dataran lebih tinggi," kata warga Kecamatan Cisolok Endan Sutendi seperti dikutip dari Antara, Jumat (2/8).
Dia mengatakan sebagian warga memang sudah ada yang pulang ke rumah masing-masing meskipun ada juga yang bertahan di lokasi yang lebih tinggi. Aktivitas masyarakat pun sudah kembali normal, sedangkan beberapa orang melakukan ronda untuk bersiaga jika sewaktu-waktu terjadi gempa susulan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbeda halnya dengan mahasiswa IPB yang sedang melakukan penelitian di Kecamatan Simpenan. Setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan informasi tentang peringatan dini tsunami berakhir, mereka lebih memilih untuk turun dari dataran tinggi.
"Kami semua sudah turun, namun tetap waspada antisipasi terjadinya gempa susulan dan untuk rekan yang berada di Desa Sangrawayang sudah bisa dihubungi," kata mahasiswa IPB Semester V Jurusan Perikanan yang sedang melaksanakan IPB Goes To Field di Desa Cidadap M. Dzikri.
Kepala Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna mengatakan situasi warga, khususnya yang berada di pesisir pantai, sudah normal dan kondusif. Masyarakat yang tadinya mengungsi ke tempat lebih tinggi pun, berangsur-angsur turun dan pulang ke rumah masing-masing.
"Kami masih berkoordinasi dengan petugas dari berbagai instansi untuk bersiaga dan melakukan pendataan serta menyisir lokasi-lokasi yang kemungkinan terkena dampak gempa yang berpusat di Sumur, Banten itu," katanya.
[Gambas:Video CNN] (antara/agt)