"Seperti halnya waktu tsunami Selat Sunda, sebelumnya Pusat Maritim BMKG mengeluarkan potensi gelombang tinggi di Selat Sunda dengan ketinggian sampai 2,5 meter. Sudah dikeluarkan untuk tanggal 22-25 Desember, dikeluarkan tanggal 21 kemudian tiba-tiba ada erupsi gunung, terjadi tsunami," kata Rahmat di Kantor BMKG, Jakarta, Sabtu (3/8).
Lihat juga:BMKG: Megathrust Ancaman Riil |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada juga potensi gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter berkategori berbahaya di 24 titik. Selain itu ada potensi gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berkategori waspada di 32 titik.
BMKG membuat model simulasi gempa dan tsunami di berbagai daerah untuk mendapat selisih waktu antara gempa dan terjangan tsunami. Data itu digunakan untuk sosialiasi mitigasi bencana ke daerah-daerah.
"Misalnya saat tsunami terjadi inilah waktu tiba tsunami di kabupaten bapak-ibu. Waktu tibanya 20 menit, misalnya. Sehingga waktu yang sisa itulah yang bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk upaya mitigasi dengan melakukan evakuasi," tuturnya.
"Tentunya sebaik-baiknya sebuah peringatan dini adalah kesadaran masyarakat itu sendiri untuk merespons melakukan evakuasi mandiri tanpa harus menunggu warning dari BMKG, dari pemerintah," ucapnya.
[Gambas:Video CNN]
(dhf/wis)