Berdasarkan keterangan tertulis Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Agus Wibowo, tak ada korban yang meninggal karena tertimpa reruntuhan bangunan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begitu pula Salam, warga Lebak berusia 95 tahun yang meninggal saat mengungsi ke tempat aman.
Gempa bumi mengguncang perairan Banten, Jumat (2/8) malam. Awalnya gempa Banten disebut berkekuatan 7,4 skala richter. Lalu BMKG meralatnya menjadi 6,9 skala richter.
BMKG berkata episenter gempa bumi, terletak pada koordinat 7,32 derajat Lintang Selatan dan 104, 75 derajat Bujur Timur. Tepatnya berada di laut dengan kedalaman 4,8 km pada jarak 164 km barat daya Kota Pandeglang, Banten.
Selain korban tewas, BNPB mencatat ada 1.050 orang mengungsi saat gempa terjadi. Warga yang mengungsi ada di daerah Banten dan Lampung.
Agus menjelaskan lebih dari seribu orang yang mengungsi itu sudah kembali ke rumah masing-masing sejak peringatan dini tsunami dicabut.
Agus juga mengatakan ada empat rumah peribadatan, satu kantor desa, dua fasilitas pendidikan, dan tiga bangunan lain hancur. Bangunan-bangunan itu tersebar di Banten, Jawa Barat, dan Lampung.
"Kalau bangunan yang punya konstruksi tahan gempa, ada tulangan, besi itu relatif aman," ucapnya. (dhf/wis)