Humas RSUD dr Soetomo, dr Pesta Parulian panitia tak secara detail melakukan pengecekan kondisi kesehatan para peserta.
"Kami tentunya menyayangkan, ini acara kan besar dengan beban fisik yang juga besar. Mestinya panitia penyelenggara membuat satu sistem tentang kelayakan peserta," kata Pesta, saat dikonfirmasi, Minggu (4/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini, kata dia, panitia hanya memasang pemberitahuan persyaratan wajib melampirkan pemeriksaan kesehatan. Namun hal itu tak diiringi dengan verifikasi kondisi peserta sebenarnya di hari pelaksanaan.
Pihak RSU dr Soetomo, kata dia, akhirnya juga belum bisa memastikan apa penyebab pasti meninggalnya dua pelari tersebut. Keluarga juga menolak autopsi.
"Dengan usia sedemikian dan berat badan sedemikian, dan tidak adanya tahapan-tahapan verifikasi seorang itu (layak) ikut di nomor (jarak lari) mana, ini semakin membuat kita sulit menentukan kira-kira orang ini kenapa," kata dia.
Lihat juga:Dua Peserta Marathon di Surabaya Meninggal |
"Secara resmi koordinasi dalam bentuk kepanitiaan ya tidak ada. Panitia hanya minjam ambulans dan minta disiapkan ambulans di acara tersebut. Kita sudah memenuhi.
Tetapi kordinasi sebagai tim kita tidak ada," kata dia.
Ia berharap ke depannya pantia bisa melakukan evaluasi dengan melibatkan RSU dr Soetomo. Menurutnya kerja sama diperlukan agar kondisi semacam ini bisa lebih mudah diantisipasi.
"Kami sudah punya sistem penanggulangan darurat terpadu. Tentunya ini dengan acara sebesar ini, maunya kita ini dilibatkan lah. Sehingga semuanya bisa terantisipasi," kata dia.
[Gambas:Video CNN] (frd/ain)