BMI sebelumnya meminta toko buku Gramedia di Trans Mall Makassar, Sulawesi Selatan agar mengembalikan buku-buku bertema Marxisme ke penerbit.
Ketua BMI Sulsel Muhammad Zulkifli mengatakan pihaknya sudah memetakan toko-toko buku lain, ditambah kelompok-kelompok diskusi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zulkifli menjelaskan bahwa BMI sudah melakukan survei ke sejumlah tempat sejak beberapa bulan yang lalu. Itu dilakukan untuk mencari tahu soal kegiatan-kegiatan yang diduga menyebarkan paham komunisme.
Terbaru, BMI mendatangi toko buku Gramedia di Trans Mall Makassar. Ada 20 buku bertemakan komunisme yang dipajang dirak.
Zulkifli mengatakan pihaknya memantau toko buku Gramedia tersebut sejak dua minggu sebelumnya. Itu dilakukan untuk memastikan ada buku bertema komunisme yang dijual di toko itu.
Zulkifli mengklaim tidak melakukan sweeping dan merazia buku-buku. BMI, lanjutnya, hanya ingin menjelaskan bahwa paham komunisme tidak boleh disebarkan di Indonesia berdasarkan TAP MPRS No. 25 tahun 1966.
"Kami juga tunjukkan dasar kegiatan kami yakni pelarangan penyebaran paham itu sesuai TAP MPRS No 25 tahun 1966. Lalu bacakan sinopsis buku itu yang memang memperkenalkan akan paham-paham tersebut," kata Zulkifli.
[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, video berisi sejumlah anggota BMI mendatangi Gramedia di Makassar viral di media sosial sejak Sabtu (3/8). Banyak yang mengkritik sikap BMI tersebut karena disebut-sebut menyita buku-buku bertemakan Marxisme. (bmw/svh/sur)