"Innalillahi Wainnailaihi raajiun. Turut berduka cita atas wafatnya KH Maimoen Zubair di Mekkah," kata Fadli dalam cuitannya di Twitter.
[Gambas:Twitter]
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Puisi itu diposting Fadli di tengah memanasnya situasi politik Pilpres 2019. Sebab puisi itu dianggap terkait doa dari Mbah Moen saat menerima kunjungan capres 01, Joko Widodo.
Lihat juga:Santri Tuntut Fadli Zon Sungkem ke Mbah Moen |
Kala itu, Mbah Moen sempat salah menyebut nama saat berdoa, yakni Prabowo, padahal seharusnya Jokowi yang duduk di sampingnya.
Cuitan Fadli itu kemudian mengundang kontroversi dan kecaman dari banyak pihak, mulai tokoh politik yang berlawanan dengan kubu Prabowo Subianto hingga para santri.
Jaringan Santri Nusantara (JSN) bahkan sempat menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur. Mereka menuntut Fadli sungkem dan meminta maaf kepada Mbah Moen, jika tidak akan melaporkannya ke polisi.
Fadli pun meminta maaf kepada Mbah Moen karena puisinya disalahartikan dan dianggap menyerang Mbah Moen. Wakli Ketua DPR tersebut mengaku puisinya tidak menyasar, apalagi menyerang Mbah Moen. Karenanya, dia tak ingin puisi itu menjadi fitnah yang berlarut-larut lantaran terus dipermasalahkan banyak pihak.
[Gambas:Video CNN] (osc/osc)