Diketahui, Enzo menjadi perbincangan di media sosial setelah videonya beredar luas.
"Dilihat dari seleksinya memenuhi syarat, yang viral itu pull up-nya, larinya, ya itu dihitung semua secara fisik kemudian psikologinya semuanya memenuhi syarat," kata Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (6/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Statusnya WNI karena mulai dari pendaftaran persyaratannya (berstatus WNI) itu jadi diterima. Dari persyaratan saja masuk ke militer harus WNI, kita berbicara masalah persyaratan," ungkap Hadi.
"Bapaknya orang Prancis, ibunya orang Sumatera Utara, kemudian sejak bapaknya meninggal dia dibawa ibunya ke Indonesia dimasukkan pesantren. Ngaji-nya mungkin saya kalah dengan dia," katanya.
Aan lalu mengatakan bahwa Enzo telah melalui berbagai jenis tes. Semuanya memenuhi persyaratan untuk menjadi taruna.
"Kalau standarnya tidak memenuhi jelas tidak masuk, jangankan dia, anak pejabat/jenderal saja banyak yang ingin masuk Akpol/Akademi TNI yang tidak memenuhi syarat ya tidak masuk, tetapi banyak juga anak petani, tukang bengkel, guru, banyak yang dari menengah ke bawah masuk karena memang bagus," katanya.
Sebelumnya, ramai diperbincangkan di media sosial tentang taruna Akademi Militer keturunan Prancais. Videonya beredar luas hingga menjadi viral.
Dia adalah Enzo Zenz Allie, pemuda keturunan Prancis-Sumatera Utara. Enzo merupakan salah satu dari 596 taruna Akademi Militer Magelang.
Dalam video tersebut, Panglima TNI Hadi Tjahjanto sempat mengajak bicara Enzo menggunakan bahasa Prancis. Diketahui, Hadi mampu berbicara bahasa Prancis karena pernah menempuh studi di negara asal Napoleon Bonaparte tersebut. (bmw/antara/bmw)