Menurutnya, tenaga nuklir efisien dari sisi biaya, memiliki potensi gangguan listrik yang sangat kecil, dan pembangkit listrik paling bersih.
"PLTN harus masuk dalam kelistrikan nasional. Kita ingin menjadi negara dengan industri yang maju, tanpa nuklir sulit untuk memperoleh listrik yang handal 24 jam bersih dan cost yang kompetitif," kata Qurtubi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa (6/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebenarnya tak usah dikhawatirkan soal listrik tenaga nuklir karena telah diterapkan di sejumlah negara maju. Akan tetapi ada masalah lokasi dan ada faktor politisnya untuk dimasukkan ke dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL)," ujarnya.
Lihat juga:Listrik Mati Jadi Alarm PLN Perlu Saingan |
PLN menjelaskan listrik mati karena ada gangguan pada sisi transmisi Ungaran dan Pemalang 500 kV. Hal ini mengakibatkan transfer energi dari timur ke barat mengalami kegagalan.
Akibatnya, seluruh pembangkit di sisi tengah dan barat Jawa mengalami gangguan (trip). Aliran listrik kemudian padam di wilayah Jabodetabek, termasuk Banten, sebagian Jawa Barat dan Jawa Tengah. Listrik padam di wilayah Jabodetabek sendiri terjadi mulai pukul 11.48 WIB.
Selain itu, pemadaman listrik di wilayah lainnya termasuk Jawa Barat disebabkan karena gangguan transmisi Sutet 500 kV.
[Gambas:Video CNN] (mts/osc)