Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan salah satu saksi yang diperiksa yakni pelatih paskibraka korban.
"Hari ini dari laporan yang saya terima adalah memeriksa beberapa saksi, terutama yang menjadi pelatih," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Selasa (6/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Argo menuturkan untuk mengusut penyebab kematian korban, Polda Metro Jaya akan bekerja dengan Polres Tangsel dalam proses penyelidikannya.
Sebelumnya, seorang calon paskibraka bernama Aurellia meninggal dunia. Ada dugaan bahwa korban meninggal dunia dianiaya oleh seniornya.
Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ferdy Irawan mengatakan pihaknya telah mendatangi keluarga korban untuk menggali informasi perihal insiden tersebut.
"Kami yang datangi keluarga almarhum," kata Ferdy, Jumat (2/8).
"Saya sangat bersedih ketika mengetahui bahwa Almarhumah adalah anak yang aktif, ceria, dan tidak pernah sakit selama mengikuti Diklat Paskibraka. Malah Almarhumah dijagokan oleh senior dan teman seangkatannya untuk membawa Bendera Kebanggaan Rakyat Indonesia," tutur dia.
Menurut Benyamin, Aurellia adalah Paskibraka Kota Tangerang Selatan yang seharusnya pada 17 Agustus 2019 nanti membawa baki Sangsaka Merah Putih pada Upacara Hari Kemerdekaan RI yang Ke-74 Tingkat Kota Tangerang Selatan.
[Gambas:Instagram]
[Gambas:Video CNN] (dis/ain)