Fungsionaris Golkar Syamsul Rizal menilai Airlangga ingin memonopoli bursa calon ketum Golkar dalam Musyawarah Nasional (Munas) yang rencananya digelar pada Desember 2019 mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Syamsul berpandangan pembentukan Mejelis Etik secara mendadak ini berhubungan dengan keinginan Airlangga yang ingin kembali menjabat Ketum Golkar periode mendatang
Komposisi personalia Majelis Etik Partai Golkar terdiri dari Mohammad Hatta sebagai ketua, Andi Mattalatta sebagai wakil ketua, Rully Chairul Azwar selaku sekretaris, serta Hasan Wirajuda, Ibrahim Ambong, Djasri Marin, Farida Syamsi, Tyas Indyah, dan Edwin Kawilarang sebagai anggota.
Keberadaan Majelis Etik Partai Golkar menjadi sorotan setelah memanggil kader senior Daril Siska untuk dimintai klarifikasi pada Rabu (7/8).
Darul dipanggil lantaran membuat surat terbuka kepada Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tandjung dan Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono, untuk meminta Akbar dan Agung mendorong DPP Partai Golkar segera menggelar rapat pleno terkait persiapan Munas Partai Golkar.
Darul mengatakan sejak Pemilu 17 April 2019 lalu, Golkar belum menggelar rapat harian maupun rapat pleno sama sekali.
"Kata Sekretariat Majelis Etik sudah dikirim," ucapnya saat dikonfirmasi, Selasa (6/8).
[Gambas:Video CNN] (mts/wis)