Prabowo sendiri berpeluang masuk ke barisan koalisi pemerintahan, usai pertemuan dengan Jokowi dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri beberapa waktu terakhir.
"Iya (tetap dukung)," kata Dahnil saat dihubungi melalui pesan singkat, Rabu (7/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan itu Prabowo menyampaikan sikap politiknya lantaran ingin memastikan Indonesia yang berdaulat dengan menjadikan UUD 1945 sebagai rujukan utama pembangunan.
"Khususnya pembangunan ekonomi yang membawa ruh Pasal 33 UUD 45 itu saja," kata Dahnil.
Setelah pertemuan dengan relawan emak-emak, Dahnil mengaku, Prabowo belum punya agenda pertemuan lagi dengan relawan atau pendukungnya semasa Pilpres 2019. Termasuk kemungkinan menjenguk Ahmad Dhani dan Buni Yani yang kini mendekam di bui.
"Belum (akan jenguk)," kata Dahnil singkat.
Beberapa waktu kemudian, Prabowo bertandang ke kediaman Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat. Keduanya disebut makan siang nasi goreng khas Teuku Umar yang dimasak langsung oleh Megawati.
Dua pertemuan ini pun memunculkan berbagai spekulasi soal kemungkinan bergabung ke pemerintahan Jokowi-Ma'ruf. Bahkan Gerindra dikabarkan juga bakal dapat jatah kursi menteri di kabinet menteri periode kedua Jokowi.
[Gambas:Video CNN] (tst/osc)