"Waktu presidennya Pak SBY, saya bilang ke beliau, 'Pak, saya enggak masuk kabinet'. Eh, ditawarin delapan opo piro (atau berapa). [Kursi] menteri lho," ungkapnya, dalam sambutannya di pembukaan Kongres V PDIP, di Denpasar, Bali, Kamis (8/8).
Lihat juga:Mega ke Prabowo: Siap Tempur Lagi di 2024? |
Mega saat itu tak goyah dengan tawaran kursi itu. Pihaknya tetap memilih jadi oposisi dan tak risau tak memiliki sumber pendanaan partai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun, dia mengakui keputusan itu sempat membuat internal partai goyah.
Diketahui, PDIP menjadi partai di luar pemerintah selama dua periode kepemimpinan SBY, yang juga merupakan Ketua Umum Partai Demokrat. Yakni, 2004-2009 dan 2009-2014.
Dia dua periode itu, Mega kalah di pilpres saat berpasangan dengan hasyim Muzadi (2004) dan Prabowo Subianto (2009).
[Gambas:Video CNN] (sah/arh)