"Jadi tadi saya laporan perkembangan itu. Alhamdulillah tinggal kita teruskan sampai tuntas," ucap Anies usai melakukan rapat tertutup JK di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (9/8)..
Ia memastikan mulai tahun depan tak ada lagi angkutan umum yang berusia lebih dari 10 tahun. Artinya kendaraan yang usianya di atas 10 tahun hanya akan beroperasi sampai tahun ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berarti lompatannya 50 juta, dan tahun ini diproyeksikan lebih dari 280 juta, mungkin kita lihat nanti akhir tahun. Bahkan bukan tidak mungkin bisa sampai 300 juta," tuturnya.
Mantan Mendikbud ini meyakini, peningkatan jumlah penumpang kendaraan umum akan menekan kemacetan dan polusi udara yang disebabkan kendaraan bermotor.
Selain itu, dengan JK, Anies juga membahas kelanjutan rencana perluasan jaringan Light Rail Transit (LRT) dan penambahan kendaraan umum massal di ibu kota. Ia menargetkan jumlah bus Transjakarta akan bertambah dua kali lipat tahun depan.
"Tadi kami diskusi intensif tentang beberapa perkembangan, ada tentang perluasan jaringan LRT, kemudian penambahan kendaraan umum massal di Jakarta. Jadi ini (pembahasan) terusan yang dulu saja," ujar Anies.
"Kalau soal insentif itu kita harus siapkan seluruh infrastrukturnya mulai penyiapan charging statuon, ketersediaan baterai, suplai kendaraannya. Kemarin saya sudah panggil PLN dan minta charging station lebih banyak lagi," ujarnya.
Rencananya Anies juga akan melakukan pertemuan dengan industri motor dan mobil dalam waktu dekat untuk membicarakan soal ketersediaan kendaraan listrik.
[Gambas:Video CNN] (psp/osc)