Penumpang gelap ini semula nampak mati-matian mendukung Prabowo selama Pilpres berjalan. Namun belakangan diketahui penumpang gelap ini hanya berusaha memanfaatkan Prabowo demi kepentingan pribadi mereka.
Awalnya Prabowo memang percaya pada penumpang gelap ini. Namun Prabowo kemudian mengambil tindakan karena sadar telah dimanfaatkan secara sepihak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, para penumpang gelap ini tetap berusaha menghasut Prabowo usai sidang MK selesai dan Jokowi ditetapkan sebagai pemenang. Kata dia, para penumpang gelap ini ingin Prabowo mengorbankan para ulama dan emak-emak.
"Sesudah MK masih ada yang ngomong sama Pak Prabowo 'Pak kalau mau rakyat marah, ulama dan emak-emak disuruh ke depan biar jadi korban, rakyat marah.' Pak Prabowo pikir, 'emang gue bodoh? Kan kasihan emak-emak, ulama mau dikorbankan'," kata Dasco.
Lihat juga:Djarot Puji Prabowo Sosok Nasionalis |
"Untuk keutuhan NKRI, bukan mau minta menteri. Dirancanglah pertemuan rekonsiliasi secara diam-diam, senyap, tiba-tiba, untuk persatuan bangsa. Ketemulah dua tokoh itu di MRT," kata Dasco.
Catatan Redaksi: Redaksi mengubah judul pada Jumat (9/8) setelah mendapatkan klarifikasi dari pihak terkait. (tst/osc)