Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra mengatakan penyelidikan dilakukan secara paralel atau bersamaan dengan upaya pencegahan agar dampak tumpahan tidak meluas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nantinya, kata Asep, setelah ditemukan penyebab peristiwa itu baru akan diambil pertimbangan dari sisi penegakan hukum.
Tumpahan minyak di Karawang terjadi sejak 12 Juli lalu. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) belum menyimpulkan penyebab atau pihak yang menyebabkan kebocoran minyak di blok Offshore North West Java (ONWJ) di bibir pantai Cilamaya, pesisir utara Karawang, Jawa Barat.
Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 KLHK Rosa Vivien Ratnawati pada 28 Juli mengatakan pihaknya masih melakukan pengecekan secara mendalam.
"Belum tahu, saya tidak berani bicara itu perusahaan X atau lain sebagainya itu harus dicek karena minyak itu kan juga bisa dicek fingerprint-nya. Jadi, kita bisa tahu bahwa minyak itu berasal dari mana tapi kita belum sampai ke situ," kata Vivien kepada awak media di kawasan Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta.
Vice President Relations PHE Ifki Sukarya mengatakan insiden bermula saat dilakukan pengeboran sumur reaktivasi YYA-1 pada Jumat (12/7) lalu.
[Gambas:Video CNN] (dis/wis)