Pelaksana Tugas Kepala Pusat, Data, Informasi, dan Humas BNPB Agus Wibowo mengatakan, kebakaran hutan dan lahan turut menyebabkan jarak pandang terganggu. Cuaca saat ini di Pontianak, kata dia, berasap dengan jarak pandang sampai 5 km.
"Sedang kualitas udara berdasar nilai Particulate Meter (PM10) menunjukkan Pontianak 253 (sangat tidak sehat)," kata Agus melalui keterangan tertulis, Minggu (11/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada pun jumlah titik api di Sumatera Selatan sebanyak 19 titik, Kalimantan Tengah 163 titik, Kalimantan Selatan 14 titik, Kalimantan Timur 20 titik, dan Kalimantan Utara 23 titik.
"Asap terdeteksi di Sumatera dan Kalimantan tapi tidak ada transboundary haze atau asap yang melintas ke negeri tetangga Malaysia atau Singapura," ujar Agus.
Dia menambahkan, cuaca saat ini di sejumlah daerah ada yang diselimuti asap dan awan.
Agus merinci, jarak pandang di Pekanbaru 5 km (berasap), Jambi 9 km (berawan), Palembang lebih dari atau 10 km (berawan), dan Palangkaraya 5 km (berasap).
Lihat juga:8 Kota Bebas Kendaraan Bemotor di Dunia |
Kemudian, jarak pandang Pangkalan Bun 9 km (berawan), Sanggu-Buntok 4 km (berasap), Banjarmasin lebih dari atau 10 km (berawan), serta Tanjung Harapan - Tanjung Selor 5 km (berasap).
Sementara itu, kualitas udara berdasar nilai PM10 menunjukkan Pekanbaru 166 (tidak sehat), Palangkaraya 217 (sangat tidak sehat), dan Sampit 26 (sehat).
Agus mengungkapkan sebanyak 9.072 personel gabungan yang terdiri dari TNI-Polri. BNPB, BPBD, dan masyarakat dikerahkan di enam provinsi. Seperti Riau, Jambi, Sumsel, Kalbar, Kalteng, dan Kalsel. Agus menjelaskan, pemadaman api dilakukan melalui upaya di jalur darat dan udara dengan metode water bombing.
[Gambas:Video CNN] (ryn/rea)