Fenomena seperti ini dilakukan oleh warga di Dusun Jerukgulung, Desa Melikan, Kecamatan Rongkop. Salah satunya Suginem, (49) yang mengaku menjual ternak kambing untuk membeli air bersih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain membeli air bersih, uang hasil penjualan ternak ini juga untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Seperti makan, hingga biaya keperluan anak-anak," katanya.
"Mereka (hewan ternak) persiapan untuk tabungan biaya sekolah hingga membeli air saat kekeringan," katanya.
"Diganti yang kecil, kemudian dibesarkan lagi. Itu luar biasa," ucapnya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunung Kidul Edy Basuki menambahkan setidaknya sudah ada 14 kecamatan dari 18 kecamatan di Gunung Kidul yang melaporkan warganya mengalami kekurangan air bersih pada musim kemarau tahun ini.
Saat ini, bantuan penyaluran air bersih terus dilakukan, baik oleh pemkab, swasta, maupun masing-masing pemerintah kecamatan yang mempunyai anggaran dan tangki.
"Kecamatan tersebut sudah langganan kekeringan setiap musim kemarau," kata Edy.
[Gambas:Video CNN] (wis)