Berdasarkan laporan di Pos PGA Gunung Tangkuban Parahu, asap teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas sedang, tebal dan tinggi sekitar 200 meter dari dasar kawah utama.
Erupsi juga masih terjadi di Kawah Ratu. Erupsi tersebut mengeluarkan material berukuran abu dengan tinggi kolom abu sekitar 90 meter dari dasar kawah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasbani lalu mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu agar tenang dan beraktivitas seperti biasa. Dia meminta warga untuk tidak terpancing isu-isu tentang letusan Gunung Tangkuban Parahu dan harap selalu mengikuti arahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Seketika, PVMBG meminta warga, pengunjung, dan pendaki untuk menjauhi Kawah Ratu dan Kawah Upas. Tidak boleh pula ada yang menginap di kawasan kawah-kawah aktif. Status dinaikkan, dari level I (normal) menjadi level II (waspada).
Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al FarisiAktivitas vulkanis Gunung Tangkuban Parahu masih belum berhenti sejak erupsi pada 26 Juli lalu |
Pada Sabtu lalu (3/8), warga setempat mencium bau belerang dari gunung tersebut. Mereka kemudian terbiasa menghirup bau belerang lantaran sudah terlalu sering.
Termutakhir, PVMBG mencatat Gunung Tangkuban Parahu masih mengalami erupsi freatik secara terus menerus pada Kamis pekan lalu (8/8). Kepala Subbidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Barat, Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Nia Haerani mengatakan erupsi tersebut merupakan kelanjutan dari 26 Juli.
"Suara gemuruh terdengar lemah, itu jika kita berada dekat kawah," Nia Haerani, Kamis (8/8).
PVMBG meminta masyarakat agar tetap tenang dan menjalani aktivitas seperti biasanya. Jangan sampai termakan isu-isu yang tidak benar dan terus mengikuti perkembangan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
[Gambas:Video CNN] (bmw/hyg)
Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi