Ia mengaku pihaknya hanya menyiapkan salah satu kader legislator terbaiknya untuk mengisi kursi wakil ketua MPR.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia hanya mengatakan Ketua MPR harus memiliki kapasitas yang mumpuni sebagai seorang negarawan. Sebab, kata dia, nantinya MPR akan menjadi lembaga negara strategis dengan mengeluarkan berbagai kebijakan seperti melakukan amandemen Undang-undang Dasar 1945.
Selain itu, Johnny berharap paket pimpinan MPR akan dilakukan melalui musyawarah mufakat ketimbang melalui mekanisme voting.
Ia mengatakan seluruh parpol yang tergabung Koalisi Indonesia Kerja (KIK) di parlemen akan solid mengusung formasi paket pimpinan MPR. Ia pun meyakini formasi paket yang diusung KIK itu akan memenangkan perebutan kursi pimpinan MPR.
Selain itu, Johnny mengatakan DPR belum berencana untuk merevisi Undang-undang MD3 untuk mengubah jumlah kursi pimpinan MPR menjadi 10. Ia menegaskan bahwa revisi undang-undang tak seharusnya dilakukan untuk kepentingan politik jangka pendek.
"Salah satu yang harus didalami secara matang, satu undang-undang jangan sampai terlalu pragmatis, setiap kali, apalagi UU MD3. hanya untuk kekuasaan di DPR atau MPR atau di DPD kita ubah aja seenaknya sesuai dg hasil pemilu, tanpa ada kajian," tandasnya.
[Gambas:Video CNN] (rzr/arh)