Polisi yang Tewas Usai Disandera di Papua Naik Pangkat

CNN Indonesia | Senin, 12/08/2019 18:40 WIB
Polisi yang Tewas Usai Disandera di Papua Naik Pangkat Karopenmas Divhumas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian memberikan kenaikan pangkat luar biasa kepada Briptu Heidar yang tewas dalam tugas karena menjadi korban sandera di Puncak, Papua, Senin (12/8). Heidar diduga disandera oleh Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) sejak pukul 11.00 WIT.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo mengatakan Heidar yang saat ini berpangkat Briptu atau Brigadir Satu akan mendapatkan kenaikan pangkat menjadi Brigadir Polisi (Brigpol).

"Anggota Polri yang gugur mendapat kenaikan pangkat luar biasa, dinaikkan pangkat satu tingkat lebih tinggi," ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com.


Dedi mengatakan pemberian pangkat akan disampaikan pada prosesi pemakaman. Namun dia belum dapat memastikan kapan waktu pemakaman itu akan dilakukan.

"Nanti disampaikan saat pemakaman," tuturnya.

Selain itu, Dedi juga belum dapat memastikan apa yang mengakibatkan Heidar meninggal. Pasalnya saat ini masih dilakukan proses evakuasi.

"Masih evakuasi," kata Dedi.

Diketahui Heidar disandera sekelompok orang yang diduga KKSB. Heidar diduga disandera sesaat setelah dihadang di wilayah Kabupaten Puncak, Papua.

Heidar sebelum diduga disandera tengah melakukan tugas penyelidikan di wilayah Puncak Jaya dengan menggunakan sepeda motor. Saat itu dia bersama dengan rekannya Bripka Alfonso.

Setibanya di Kampung Usir, Heidar dipanggil oleh temannya yang juga anggota polisi. Motor yang dikendarai oleh Alfonso itu pun berhenti untuk menanggapi panggilan temannya.

Kemudian Heidar menghampiri temannya. Sementara itu, Alfonso menunggu di atas motor.

Saat Heidar berbincang dengan temannya itu tiba-tiba datang sekelompok orang dan langsung membawa Heidar.

Setelah kejadian tersebut, Bripka Alfonso langsung kembali dengan sepeda motor dan melaporkan peristiwa tersebut ke Pos Polisi di Kago, Kabupaten Puncak.

[Gambas:Video CNN] (gst/osc)