"Sebagian besar masyarakat terlibat dalam membersihkan area bibir pantai dari limbah minyak itu," kata Kepala Desa Cemarajaya, Yong Lim Supardi, Karawang, Senin (12/8) seperti dilansir dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga membersihkan limbah minyak dengan mengumpulkannya di dalam karung. Selanjutnya karung itu dikumpulkan di halaman kantor desa, dan dikirim ke tempat pengolahan limbah.
Warga mengumpulkan tumpahan minyak (Oil Spill) yang tercecer di Pesisir Pantai Cemarajaya, Karawang. (ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar) |
Berdasarkan catatan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Karawang, dalam sehari ada sekitar 2.000 karung limbah minyak mentah yang terkumpul.
Pada 30 Juli lalu, Vice President Relations PHE ONWJ Ifki Sukarya menerangkan insiden bocornya minyak mentah itu bermula saat dilakukan pengeboran sumur reaktivasi YYA-1 pada Jumat, 12 Juli 2019.
