Masyarakat mengeluhkan kondisi tersebut dan khawatir jika kondisi tersebut berlarut akan berdampak pada kesehatan.
"Ketika menuju ke masjid untuk salat Subuh, sangat terasa bau asap yang dihirup," kata warga yang tinggal Parit Mayor, Pontianak, Tomi, Selasa (12/8) seperti dilansir dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Upaya pemadaman karhutla oleh Manggala Agni Daops Pontianak, Minggu (10/8). (ANTARA FOTO/Rana Larasati) |
"Saya setengah trauma dengan kabut asap seperti beberapa tahun lalu. Saya tidak ingin hal itu terulang," katanya.
Kebakaran di Kalimantan Barat diketahui juga melibatkan puluhan tersangka pembakaran hutan. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah Kalbar Komisaris Besar Donny Charles Go mengatakan pihaknya telah mengamankan 21 tersangka dari 17 kasus pembakaran hutan.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji mengatakan telah memanggil sebanyak 94 perusahaan yang membakar lahan di kawasan konsesi milik perusahaan.
"Ke-94 perusahaan ini terdiri dari 56 perkebunan, 38 Hutan Tanam Industri. Mereka kita panggil karena di sekitar kawasan konsesi yang mereka kelola terdapat titik api," kata Sutarmidji di Pontianak, Senin (12/8) dikutip dari Antara.
Pemanggilan 94 perusahaan yang terindikasi membakar lahan berdasarkan pantauan titik panas dari satelit Lapan beberapa waktu lalu. Awalnya, ada 10 perusahaan yang akan dipanggil, namun Sutarmidji menyatakan, kemungkinan jumlahnya akan bertambah, sehingga kemarin dipanggil 94 perusahaan tersebut.
Upaya pemadaman karhutla oleh