Hariyono mengatakan sebutan NKRI bersyariah seharusnya tidak digunakan sebagai kata keterangan negara. Menurutnya, Indonesia bukanlah negara berbasis hukum agama.
"Sumber dari segala sumber hukum kita kan Pancasila. Tolong itu digunakan di lingkungan internal tapi tidak dibawa ke ruang publik," kata Haryono di gedung BPIP, Jakarta Pusat, Selasa (13/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akibatnya kita berebut untuk mengisi Pancasila dengan persepsi yang sangat beragam," jelas dia.
Ijtimak Ulama IV di Hotel Lorin Sentul, Bogor, Senin (5/8). (CNN Indonesia/Dhio Faiz) |
Lebih lanjut, Hariyono menegaskan, istilah syariah yang sebelumnya disebut tidak bertentangan dengan pancasila juga tidak tepat. Menurutnya, pengertian itu hanya dipahami oleh segelintir kelompok.
"Sekarang kalau logika itu [NKRI bersyariah tidak bertentangan dengan Pancasila] dilakukan itu kan versi teman-teman yang menyatakan itu, kenapa tidak digunakan dengan istilah-istilah yang bisa diterima oleh semua pihak?" ucap dia.
Ia pun mengajak masyarakat agar tidak hanya sibuk mengurusi istilah-istilah tersebut dan terpuruk dalam perdebatan dan perpecahan. Menurutnya, dengan persatuan yang ada dalam ideologi Pancasila, Indonesia akan bisa menjadi negara yang lebih maju.
"Kita hanya ribut dengan masa lalu, ribut dengan diksi-diksi, sampai lupa Pancasila itu menuntut kita bersatu untuk maju," tambah dia.
NKRI syariah ini diklaim tetap mendasarkan pada Pancasila sebagaimana termaktub dalam pembukaan dan batang tubuh Undang-undang Dasar 1945 dengan prinsip ayat suci di atas ayat konstitusi agar diimplementasikan dalam kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara.
Ketua PA 212 Haikal Hassan menyatakan istilah NKRI bersyariah tak lantas bertentangan dengan Pancasila. Menurut Haikal, NKRI bersyariah merujuk pada pengertian bangsa Indonesia yang tetap taat pada syariat Allah.
"Enggak ada bertentangan. Itu cuma istilah. Jangan mentang-mentang NKRI bersyariah terus Pancasila hilang gitu, ya enggak," ujar Haikal saat ditemui di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (12/8).
Haikal meminta agar istilah syariah tak dimaknai secara berlebihan. Istilah itu, menurutnya, sudah sering digunakan dalam kegiatan sehari-hari.
"Apa kamu enggak merasakan hari ini kita sudah bersyariah. Ada bank syariah, pembiayaan syariah, pernikahan juga syariah. Istilah saja itu," katanya.
[Gambas:Video CNN] (ani/ain)
