Dua siswi itu membuat obat kanker berbahan baku alami berupa batang pohon tunggal atau dalam bahasa Dayak disebut dengan bajakah yang diperoleh di hutan Kalimantan Tengah.
Selain dua siswi SMA itu, BPIP rencananya akan memberikan apresiasi terhadap 74 ikon Prestasi Pancasila pada 19 Agustus 2019 mendatang di Colomadu, Jawa Tengah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penerima penghargaan itu berasal dari berbagai usia. Mulai dari usia 11 tahun hingga 96 tahun.
Selain itu, Sri Rossyati serta Sri Irianingsih yang mendapat sebutan 'kartini kembar' sebagai penggagas pendidikan alternatif bagi masyarakat tìdak mampu.
Di kesempatan yang sama Plt Kepala BPIP Hariyono menjelaskan metode seleksi yang dilakukan terhadap 74 ikon tersebut.
Kata Hariyono, adalah memantau publikasi atau pemberitaan media tentang sejumlah tokoh dan mereka yang berprestasi.
"Kemudian kita juga minta data-data di kelembagaan kementerian, tokoh-tokoh atau warga yang pernah mendapat apresiasi dari lembaga yang bersangkutan," jelas dia.
"Ada tokoh-tokoh yang menurut kita yang bersangkutan belum internasional, tapi telah memiliki inspirasi yang cukup besar. Bagaimana optimisme kebangsaan itu bisa dibangun," paparnya.
Haryono juga berharap mereka yang terpilih bisa ikut serta dalam proses menanamkan pendidikan pancasila.
"Sehingga guru-guru pendidikan Pancasila ataupun dosen Pancasila saat mengajar tidak harus ceramah saja, bisa memanggil yang bersangkutan untuk bercerita kenapa yang bersangkutan punya prestasi yang semacam itu," katanya.
[Gambas:Video CNN] (ani/ugo)