Hasil rapat pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat pada Selasa (13/8) menyatakan bahwa Gerindra memperoleh 25 kursi. Melonjak tajam dari Pemilu 2014 yang hanya mendapat 11 kursi.
Sementara PKS berada di urutan kedua dengan 21 kursi. Lebih banyak dibanding 2014 lalu ketika PKS hanya memiliki 12 kursi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tetapkan 120 caleg terpilih pada Pileg 2019 yang berasal dari PKB 12 kursi, Gerindra 25 kursi, PDIP 20 kursi, Golkar 16 kursi, Nasdem 4 kursi, PKS 21 kursi, PPP 3 kursi, PAN 7 kursi, Demokrat 11 kursi, Perindo 1 kursi," kata Rifqi di Aula Setia Permana KPU Jabar, Kota Bandung, Selasa (13/8).
Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jabar Buky Wibawa menyatakan partainya siap untuk memberikan kritik kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum.
"Kalau memang perlu dikritik pasti akan kami kritik, tapi bukan kritik yang menjatuhkan namun pastinya kritik yang konstruktif. Itu komitmen kami karena Gerindra sejak awal berkomitmen membangun Jabar lebih baik lagi," kata dia.
Buky lebih jauh mengungkapkan keberhasilan parpolnya di Pileg 2019 karena berkomitmen untuk membangun Jawa Barat. Dia yakin itu membuat masyarakat banyak yang memilih partainya.
Hal serupa disampaikan Wakil Ketua Umum DPW PKS Jawa Barat, Haru Suandharu. Haru yang juga salah satu caleg PKS terpilih di DPRD Jabar mengatakan pihaknya siap untuk mengawal jalannya pemerintahan yang dipimpin Ridwan-Uu.
"Kami berharap bisa ada sinergi yang lebih baik antara pemerintah dan DPRD. Jangan sampai yang menentukan semuanya hanya gubernur saja, tetapi gubernur dan DPRD bisa semakin solid supaya Jabar bisa lebih baik," kata Haru. (bmw/hyg/gil)