Dari hasil Investigasi yang dilakukan lembaga bentukan Bupati Nduga ini, jumlah korban meninggal yang ditemukan hingga saat ini sebanyak 182 orang. Sebarannya berada di beberapa distrik seperti Mbua, Dal, Mbulmuyalma, Mugi, Yigi fan Nirkuri, hingga Mapenduma.
Direktur Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua, Theo Hesegem memastikan data 182 korban ini telah diverifikasi pihaknya yang secara langsung dengan memasuki kawasan Nduga sejak terjadi konflik sebanyak tiga kali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada juga yang baru melahirkan dan tidak mendapatkan pertologan medis. Bahkan ada beberapa pengungsi yang tewas karena mendapatkan tindak kekerasan dari aparat TNI dan Polri," kata Theo.
Dia menerangkan dari semua korban itu, sedikitnya ada 13 orang yang meninggal karena kekerasan fisik baik berupa ditembak hingga penghilangan paksa yang dilakukan aparat.
"Korban akibat kekerasan fisik ada di beberapa tempat, ada 13 korban fisik artinya yang ditembak atau mereka yang dilakukan penghilangan paksa (oleh aparat)," ujar Theo.
Tak hanya itu, menurut Theo, selain 182 korban tewas, ada sedikitnya 45 ribu warga yang terpaksa melarikan diri dan mengungsi dari tempat tinggalnya. Para warga, kata dia, ketakutan karena operasi yang dilakukan militer untuk mengejar Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB).
"Laporan Kemensos, ada 53 korban, itu data dari bulan Desember sampai Maret. Setelah Maret, belum dipublikasi lagi, jadi itu data Kemensos," kata Theo.
Meski begitu, Theo memastikan data tim investigasi ini dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Karena mereka telah melakukan pemeriksaan langsung ke lapangan dan memiliki dokumentasi investigasi.
"Kami pikir data ini akurat dan valid karena semua hamba tuhan sudah melalukan koreksi, saya sebagai PJ laporan itu ada satu notulensi terkait kutukan tindakan kekejaman yang terjadi akibat konflik ini," tutur Theo.
Tim Kemanusiaan Kabupaten Nduga, terdiri dari Pemkab Nduga, DPRD Kabupaten Nduga, Majelis Rakyat Papua, Sidone Gereja Kingmi di Tanah Papua, Yayasan Kejadian Keutuhan Manusia Papua, dan pemerhati HAM.