Bivitri mengibaratkan isu GBHN sebagai kotak pandora dalam legenda Yunani. Isu ini, kata dia, akan memantik kebangkitan kembali warisan Orde Baru yang telah ditinggalkan usai reformasi.
"Ini bisa lanjut seperti dulu lagi, setiap tahun ada amendemen dan isunya betul mereka sampaikan, ini amendemen terbatas. Tapi yang namanya kotak pandora begitu, dimulai tahun ini bisa lanjut terus. Mulai dengan GBHN, MPR jadi lembaga tertinggi, jangan-jangan nanti balik lagi, presiden dipilih oleh MPR. Jangan-jangan masuk lagi pasal 29 atau pasal 8 presiden seumur hidup," ujar Bivitri dalam diskusi "Amendemen Konstitusi, Kepentingan Rakyat atau Berebut Kuasa" di Gondangdia, Jakarta, Rabu (14/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi mandat apa yang harus diberikan MPR? Jadi tidak relevan dalam konteks hukum tata negara," ucapnya.
Sebelumnya, wacana menerapkan GBHN kembali bergulir usai Kongres V PDIP. Dalam kongres tersebut, ada 23 sikap politik, salah satunya amendemen UUD 1945 berkaitan dengan GBHN.
"Di dalam menetapkan GBHN tersebut, tetapi kita tetap dengan semangat reformasi presiden dipilih oleh rakyat. Ini dalam konteks bagaimana semua wajib dan taat sepenuhnya pada haluan negara yang ditetapkan oleh rakyat. melalui para wakil-wakilnya," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Grand Inna Beach Bali Hotel, Bali, Sabtu (10/8).
[Gambas:Video CNN] (dhf/pmg)