Situs Pengadilan Padangsidimpuan Diretas, Isinya Curhat Galau

CNN Indonesia | Rabu, 14/08/2019 17:47 WIB
Situs Pengadilan Padangsidimpuan Diretas, Isinya Curhat Galau Ilustrasi situs pengadilan negeri padangsidimpuan diretas. (REUTERS/Kacper Pempel)
Jakarta, CNN Indonesia -- Situs Pengadilan Negeri (PN) Padangsidimpuan diretas oleh pihak tak bertanggungjawab. Belum diketahui secara pasti sejak kapan situs itu diretas dengan menampilkan kalimat galau. Namun situs itu terpaksa dinonaktifkan.

"Memang benar situs itu diretas. Tapi kapan pastinya saya juga tidak tahu. Tiba-tiba saja pas kita cek tadi tampilannya sudah lain. Tapi saya belum bisa ngasih informasi lengkap. Karena harus nanya tim IT dulu," kata Humas PN Padangsidempuan Hasnul Tambunan, Rabu (14/8).

Saat ini, lanjutnya, situs yang memuat berbagai informasi terkait persidangan belum bisa diakses. Namun tim IT tengah berupaya memperbaikinya.

"Situsnya masih dalam tahap perbaikan. Jadi sudah kita nonaktifkan. Jadi tulisannya sudah hilang," terangnya.


Sebelum dalam tahap perbaikan, situs bernama https://www.pn-padangsidimpuan.go.id/ itu memuat kalimat berwarna merah yang bertuliskan:

Hacked By AkuTersakiti404 Sae Ae Lau #Numpang Galau Min!

Bodohkah Aku karena terlalu mencintaimu????
Setidaknya aku telah berjuang untuk mempertahankan cinta ini untukmu meskipun tidak pernah kau hargai perasaan ini
Untuk mengikhlaskan orang yang kita cinta bahagia bersama orang lain itu adalah sesuatu yang menyakitkan
"Sampai saat ini aku belum bisa melupakanmu, apakah disana kau pernah mengingatku walaupun hanya sekali?"
Situs Pengadilan Negeri Padangsidimpuan DiretasFoto: pn-padangsidimpuan.go.id


Salah seorang staff IT PN Padangsidimpuan, Febri Adinda mengatakan situs PN Padangsidimpuan tercatat sudah dua kali diretas oleh pihak tak bertanggung jawab. Sebab awal Juli lalu, website itu juga diretas.

"Ternyata dari pihak website menyatakan hosting keamanannya kurang. Kita upload ulang hari juga itu dan websitenya berjalan lancar," terang Febri.

Namun pada Selasa (14/8), pagi lanjut Febri, ada lagi pihak yang berusaha meretas website tersebut dan berhasil mengubah tampilannya.

"Makanya langkah yang kita ambil ,kita nonaktifkan sementara. Kita periksa dulu, ternyata memang sekuritinya kurang pakem. Makanya untuk memantapkannya kita nonaktifkan sementara. 2019 kan virus banyak, dari ikan asing sampai yang ikan kakap," jelasnya.

Dia mengakui dengan dinonaktifkannya situs itu akan mengganggu pelayanan informasi secara online di PN Padangsidimpuan. Namun masyarakat yang membutuhkan informasi bisa langsung datang ke pengadilan.

"Kendalanya masyarakat tidak bisa mengakses masalah perkara dan jadwal sidang, tapi masyarakat bisa datang kemari aja," tutup Febri.
[Gambas:Video CNN] (fnr/gil)


ARTIKEL TERKAIT