"Kampus tidak boleh dijadikan tempat diskusi oleh kelompok-kelompok dari luar yang membawa ajaran-ajaran radikal yang bertentangan dengan ideologi negara," katanya di gedung Rektorat IAIN di kawasan Buper Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua, kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk kegiatan-kegiatan dari luar perkuliahan, kami sangat selektif karena saat ini banyak organisasi pemuda, organisasi masyarakat yang menyusup ke kampus menyebarkan dan menanamkan ajaran-ajaran radikal, yang bisa membenamkan benih-benih kebencian," katanya.
HTI saat ini dinyatakan sebagai organisasi terlarang. Kata Fattahul, diduga banyak pentolan-pentolan HTI mencoba mengganti nama dengan mengusung visi dan misi yang sama seperti awal, yang intinya ingin merongrong dan mengganti ideologi.
Strategi itu ditengarai Idrus dilakukan dan diterapkan terutama di kampus-kampus.
"Sejak dini kita harus waspadai, karena saya sudah mendeteksi bahwa ada kelompok muda yang yang berpaham ekstrem mencoba masuk dari kampus, ingin mempengaruhi ideologi yang digunakan, ini berbahaya," katanya.
"Kami juga sangat ketat dalam menerima mahasiswa baru, kami saring dengan baik mana mahasiswa yang benar-benar ingin kuliah dan mana yang ingin sebarkan ideologi sesat. Kita semua tidak boleh kecolongan dan harus waspada dengan paham radikal yang bisa ancam bangsa," ujar Idrus.
[Gambas:Video CNN] (wis)