"(Kami menyiagakan) 7.500 personel. Kita siapkan sudah kesatuan gabungan Brimob, Sabhara, Lalu Lintas," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono usai menghadiri acara di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Kamis (15/8).
Gatot menyampaikan jumlah personel itu juga dilengkapi alat taktis seperti mobil komando pengurai massa dan baraccuda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu sudah protap (prosedur tetap) pengamanan ya, biasanya jalau ada presiden itu kita lapor protap ke panwas kita, ada Polri dan teman-teman TNI juga ada, pemda juga," ujarnya.
Ada sejumlah organisasi yang ingin mengerahkan massa. Di antaranya, KPBI, KASBI, KSN, SGBN, Federasi Pekerja Pelabuhan Indonesia, Jaringan Komunikasi SP Perbankan, Sekolah Mahasiswa Progresif. Semua itu tergabung dalam Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak).
Pengurus Sentral Gerakan Buruh Nasional (SGBN), yang berada di bawah payung Gebrak, Akbar Rewako berencana membawa massa dari luar Jakarta.
"Benar, kalau di Jabodetabek ditambah Bandung kita khususkan di Gedung DPR/ MPR. Estimasi massa sekitar lima ribu," ujar Akbar Rewako saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (13/8).
Ada beberapa poin yang menjadi keberatan buruh dalam revisi UU Ketenagakerjaan. Misalnya soal pengupahan, fleksibilitas dalam hal jam kerja, hingga wacana pengurangan kewajiban pesangon bagi karyawan yang mengalami PHK.
[Gambas:Video CNN]
(bmw/dhf)