"Di era sekarang ini, saat arus penyebaran informasi terjadi sangat cepat, maka kita harus lebih cepat dari yang lain, serta harus lebih sigap dari yang lain. Jangan sampai kemajuan teknologi justru lebih banyak digunakan oleh pihak-pihak yang mengerdilkan konsensus kebangsaan," kata Jokowi saat menyampaikan pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR 2019 di Gedung DPR/MPR, Jumat (16/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya yakin tugas mulia tersebut akan terus dilakukan dengan terobosan-terobosan baru, supaya nilai-nilai empat konsensus kebangsaan itu semakin tertanam kuat di dada setiap manusia Indonesia," kata Jokowi.
Selain itu, MPR disebutnya telah menerapkan perpaduan antara penggunaan media seni budaya dengan pemanfaatan kemajuan teknologi. "Cara-cara seperti ini yang kita butuhkan," ujarnya.
Jokowi juga menyatakan menghargai MPR yang sudah menggelar survei nasional, berkaitan dengan hasil kinerjanya dalam melakukan sosialisasi nilai-nilai konsensus bangsa. Menurut Jokowi hasil survei tersebut bisa menjadi referensi untuk menyempurnakan strategi sosialisasi empat konsensus kebangsaan yang telah dilakukan.
"Agar program sosialisasi lebih efektif lagi, langkah-langkah penyempurnaan memang sangat diperlukan, terobosan-terobosan baru harus diciptakan," ujar Jokowi.
Selain itu, presiden terpilih itu mengatakan masyarakat Indonesia harus berani menerima era keterbukaan sejagad. Namun, kata Jokowi, masyarakat juga tidak boleh kehilangan persatuan dan persaudaraan.
"Visi yang sama juga harus hidup dalam kerja kita semua, di semua lembaga negara. Check and balances antarlembaga negara sangat penting, tetapi harus berada dalam bingkai yang sama, satu visi besar Indonesia maju," ujarnya. (fra/wis)