"Luka bakarnya itu 64 persen dengan trauma inhalasi kemungkinan besar karena dia menghirup udara panas atau asap atau api," ujar Kepala RS Polri Kramat Jati Brigjen Musyafak saat dikonfirmasi, Jumat (16/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Musyafak menyampaikan bahwa kondisi Aiptu Erwin saat ini stabil. Meski begitu, korban membutuhkan penanganan khusus untuk luka bakar yang dideritanya.
"Untuk pelayanan maksimal kami koordinasi dengan RSPP kami rujuk ke sana. Penanganan bareng-bareng dari RSPP dan dokter dari kami," ucap Musyafak.
Polisi diketahui telah mengamankan 30 orang peserta aksi unjuk rasa di Cianjur yang berujung pada terbakarnya anggota kepolisian. Namun belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka dari 30 orang tersebut.
Diketahui api yang digunakan mahasiswa untuk bakar ban pada Kamis (15/8) menyambar Aiptu Erwin anggota Bhabinkamtibmas Polsek Kota Cianjur, Bripda Yudi Muslim dan Bripda FA Simbolon dari Sabhara Polres Cianjur dan Bripda Anif, saat hendak memadamkan api.
Aksi demo OKP Cipayung Plus itu diikuti sekitar 50 orang yang terdiri dari sejumlah organisasi mahasiswa, seperti DPC GMNI Cianjur, PC PMII Cianjur, HMI Cianjur, HIMAT, CIF.
Unjuk rasa dilakukan terkait pengangguran, sempitnya lahan pekerjaan, dan kurangnya sarana pendidikan masyarakat Cianjur.
[Gambas:Video CNN] (dis/arh)