Oso mengatakan itu saat berpidato dalam Sidang Tahunan di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Jumat (16/8).
"Dalam era globalisasi ini negara kita juga memiliki tantangan berat yang lain. Tantangan berat tersebut adalah merebaknya dua paham besar, yakni liberalisasi dan paham radikal," kata Oso.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Atas nama kebebasan dan demokrasi, dua paham ini telah bergerak secara radikal ke anak-anak ibu pertiwi. Dua paham tersebut telah masuk ke masyarakat kita dengan mempertentangkan antara Pancasila dan Agama," ujarnya.
Ketua Umum Hanura itu menilai semua pihak harus turut berperan dalam menangkal penyebaran paham radikal. Baik level elite, hingga masyarakat level terbawah.
Semua pihak pun harus terus optimis bahwa Pancasila merupakan satu-satunya pedoman bernegara yang paling baik bagi Indonesia.
"Mulai dari kalangan elit hingga masyarakat yang bersandal jepit. Mulai dari anak-anak dan remaja, hingga kalangan yang sudah dewasa," katanya.
Oso menyampaikan hal tersebut saat berpidato di depan Sidang Tahunan MPR yang juga dihadiri Presiden Joko Widodo di Kompleks MPR/DPR, Jakarta, Jumat (16/8).
"Di waktu yang sama kita juga harus pastikan kesejahteraan para petaninya. Harus segera menghentikan impor, impor, impor," kata Oso.
[Gambas:Video CNN] (bmw/tst/ugo)