Diketahui, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) berencana memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke salah satu wilayah di Pulau Kalimantan.
"Perpindahan ibu kota itu sudah perjuangan Gerindra lama, dari 2014 kita sudah berjuang untuk pemindahan ibu kota tapi tentunya pindah ibu kota perlu penelitian yang baik," ucap Prabowo usai menjadi inspektur upacara di Kantor DPP Gerindra, Jakarta, Sabtu (17/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai Pulau Kalimantan yang merupakan lokasi ibu kota negara yang baru, Prabowo tidak mau menanggapi panjang lebar. Dia hanya mengatakan bahwa pemerintah harus mencari tempat yang terbaik.
Sebelumnya, Presiden Jokowi menyatakan kisi-kisi tentang lokasi ibu kota negara yang baru. Dia mengatakan lokasi yang dipilih akan berada di di Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, atau Kalimantan Tengah. Presiden terpilih RI periode 2019-2024 itu pun masih belum mau menyebut secara gamblang.
Rencana pemindahan ibu kota negara juga kembali disinggung Jokowi saat menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR di gedung DPR/MPR, Jumat (16/8). Dia meminta izin kepada anggota perwakilan untuk memindahkan pusat pemerintahan dari Jakarta ke tempat yang baru.
Fahri mengatakan Jakarta sudah didesain Presiden pertama RI, Sukarno untuk dijadikan ibu kota negara. Menurutnya, Jakarta memiliki warisan penting bagi sejarah bangsa yang tak bisa ditinggalkan begitu saja.
Di satu sisi, secara terpisah, Ketua DPD Oesman Sapta Odang atau Oso setuju jika ibu kota dipindahkan dari Jakarta ke salah satu daerah di Pulau Kalimantan. Menurutnya, pemindahan ibu kota bisa melunturkan kesenjangan ekonomi.
"Kami mendukung rencana Pemerintah untuk segera merealisasikan pemindahan ibu kota negara ke Pulau Kalimantan," kata OSO yang terpilih sebagai Anggota DPD dari Kalimantan Barat ini.
[Gambas:Video CNN]
(bmw/din/stu)