"Kami menghormati keputusan hak proregratif Presiden ya, yang penting bagi kami, kabinet yang disusun Pak Jokowi siapa pun itu kita harap bisa menyelamatkan Indonesia dari berbagai masalah ke depan," ucap Riza di kantor DPP Gerindra, Jakarta, Sabtu (17/8).
Meski begitu, Riza enggan bicara soal kans partainya bergabung dengan koalisi pemerintahan dalam lima tahun ke depan. Dia mengklaim Gerindra belum pernah menyodorkan nama calon menteri kepada Jokowi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi dan Megawati, kata Riza, merupakan tokoh-tokoh yang memang sudah kenal lama dengan Prabowo. Oleh karena itu, tidak perlu heran jika Prabowo tampak akrab dengan Jokowi dan Megawati beberapa waktu belakangan.
"Jadi pertemuan itu lebih sekedar silaturahmi, pertemuan-pertemuan tersebut sebagai bentuk bahwa para elite kita harus memberi contoh, memberi keteladanan, pentingnya persatuan," ucap Riza.
"Bapak Prabowo sudah memutuskan nanti pada saatnya beliau akan memilih yang terbaik tidak hanya untuk kepentingan partai dan negara, selalu keputusannya diambil untuk kepentingan bangsa negara rakyat dan selalu keputusan diambil dengan cara yang sangat demokratis," kata Riza.
Gelagat Gerindra dalam beberapa waktu belakangan tampak akrab dengan PDIP meski berseteru dalam Pilpres 2019. Ketua umum kedua partai tersebut sudah saling bertemu.
Megawati sempat mengundang Prabowo ke kediamannya di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat. Dalam kesempatan itu, Prabowo mengaku menyantap nasi goreng yang disajikan Megawati.
Salah satu sumber CNNIndonesia.com yang merupakan petinggi Gerindra menyebut partainya sudah cukup dekat untuk bergabung ke dalam koalisi pemerintahan. Progres telah mencapai 70 persen.
Dia juga mengatakan Gerindra sudah menyiapkan beberapa nama untuk didapuk sebagai menteri. Mereka adalah Edhy Prabowo, Fadli Zon, dan Sandiaga Uno.
[Gambas:Video CNN] (bmw/din/stu)